Kalau melihat TikTok sekarang, rasanya agak sulit membayangkan bahwa platform ini dulu sempat dianggap sebagai tempat untuk membuat video joget dan lipsync saja.
Padahal, beberapa tahun lalu TikTok memang lebih banyak dikenal karena konten-konten seperti itu. Penggunanya pun didominasi anak muda yang membuat video pendek menggunakan musik atau mengikuti tren yang sedang ramai.
Sekarang kondisinya sudah jauh berbeda.
TikTok bukan cuma tempat untuk hiburan. Kita bisa menemukan konten edukasi, review produk, tutorial, berita, cerita sehari-hari, sampai promosi bisnis. Bahkan, TikTok sudah berkembang menjadi salah satu tempat orang mencari informasi, menemukan produk, dan melakukan pembelian.
Aku sendiri kalau melihat perkembangan TikTok dari beberapa tahun lalu sampai sekarang, menurutku ada dua hal besar yang membuat platform ini bisa berkembang sejauh ini: algoritmanya yang kuat dan semakin banyaknya peluang untuk menghasilkan uang dari platform tersebut.
Algoritma TikTok yang Membuat Konten Mudah Ditemukan
Salah satu hal yang sejak dulu menjadi kekuatan TikTok adalah sistem rekomendasi kontennya.
TikTok tidak hanya mengandalkan akun yang kita follow untuk menentukan apa yang muncul di beranda. Konten yang muncul di halaman For You bisa berasal dari akun yang sama sekali belum pernah kita kenal sebelumnya.
![]() |
| Source: telstra.com |
Algoritma akan mempelajari berbagai macam sinyal dari aktivitas kita. Misalnya, video seperti apa yang sering ditonton, berapa lama kita menonton sebuah video, apakah kita memberikan like, komentar, membagikan video, atau bahkan melewati video tersebut.
Dari berbagai aktivitas tersebut, TikTok akan mencoba memahami konten seperti apa yang kemungkinan besar menarik bagi kita.
Inilah yang membuat pengalaman menggunakan TikTok terasa sangat personal.
Misalnya, awalnya kita cuma menonton satu video tentang skincare. Tidak lama kemudian, bisa muncul video review skincare lain, rekomendasi produk, pengalaman orang menggunakan produk tertentu, sampai konten dari beauty creator yang sebelumnya tidak pernah kita kenal.
Hal ini juga menjadi peluang yang cukup besar untuk pemilik bisnis.
Kamu tidak harus memiliki puluhan ribu followers terlebih dahulu untuk mendapatkan perhatian. Sebuah akun dengan followers yang masih sedikit tetap bisa mendapatkan banyak views jika kontennya dianggap menarik oleh algoritma dan audiens.
TikTok Tidak Lagi Cuma Soal Hiburan
Perubahan terbesar yang menurutku menarik adalah bagaimana jenis konten di TikTok ikut berkembang.
Sekarang kita bisa menemukan hampir semua jenis informasi di sana.
Mau belajar desain? Ada.
Mau mencari resep? Ada.
Mau mencari rekomendasi tempat makan? Ada.
Mau melihat review sebelum membeli produk? Ada.
Mau belajar digital marketing? Ada juga.
Bahkan, TikTok sekarang sering digunakan seperti mesin pencari. Orang tidak selalu langsung membuka Google ketika ingin mencari rekomendasi atau informasi tertentu. Mereka juga bisa mencari jawabannya lewat TikTok dan melihat pengalaman langsung dari orang lain dalam bentuk video.
Artinya, fungsi TikTok sudah berkembang jauh dari sekadar platform hiburan.
Banyak Cara untuk Menghasilkan Uang
Menurutku, ini juga menjadi salah satu alasan penting kenapa TikTok semakin menarik bagi banyak orang.
TikTok tidak hanya memberikan kesempatan untuk mendapatkan views. Sekarang ada semakin banyak cara bagi creator dan pemilik bisnis untuk mendapatkan penghasilan dari aktivitas mereka di TikTok.
Salah satunya adalah TikTok Affiliate.
Melalui program affiliate, creator bisa mempromosikan produk dan mendapatkan komisi ketika ada orang yang melakukan pembelian melalui tautan atau fitur yang disediakan.
Ini menarik karena seseorang tidak harus memiliki produk sendiri untuk mulai mendapatkan penghasilan dari konten.
Selain affiliate, ekosistem TikTok juga berkembang dengan berbagai fitur dan program yang menghubungkan creator dengan bisnis.
Ada TikTok One, misalnya, yang membantu mempertemukan creator, brand, dan peluang kolaborasi. Jadi, creator bisa mendapatkan kesempatan untuk bekerja sama dengan brand sesuai dengan kebutuhan campaign.
Kemudian ada juga TikTok Shop dan berbagai fitur commerce yang membuat aktivitas melihat konten dan berbelanja menjadi semakin dekat. Perkembangannya bahkan terus mengarah ke pengalaman belanja yang lebih terintegrasi, termasuk melalui TikTok Shop dan TikTok GO di pasar yang mendukungnya.
![]() |
| Source: dorangadgetcom |
Dengan semakin banyaknya jalur monetisasi seperti ini, TikTok menjadi menarik bukan hanya untuk orang yang ingin membuat konten, tetapi juga untuk creator, affiliate, seller, dan pemilik bisnis.
TikTok Membantu Bisnis Menjangkau Audiens Baru
Kalau dulu bisnis mungkin harus memiliki followers yang banyak terlebih dahulu agar kontennya dilihat orang, TikTok membuat prosesnya bisa terasa lebih terbuka.
Misalnya kamu baru membuka bisnis dan followers-mu masih sedikit.
Kamu bisa membuat video yang membahas produk, menjawab pertanyaan calon customer, menunjukkan proses di balik layar, membuat tutorial, atau mengikuti tren yang masih relevan dengan bisnismu.
Kalau kontennya menarik dan mendapatkan respons yang baik, ada kemungkinan video tersebut menjangkau orang-orang di luar followers-mu.
Ini menjadi salah satu alasan kenapa TikTok cukup menarik untuk bisnis kecil yang baru mulai.
Tidak selalu harus memiliki budget besar untuk mendapatkan exposure.
Tentu saja bukan berarti semua video pasti viral. Algoritma tetap bukan sesuatu yang bisa kita tebak dengan pasti. Tapi peluang untuk menjangkau audiens baru memang menjadi salah satu daya tarik terbesar TikTok.
Kreator dan Bisnis Bisa Saling Menguntungkan
Hal menarik lainnya adalah semakin kuatnya hubungan antara creator dan bisnis.
Bisnis membutuhkan creator untuk membantu memperkenalkan produknya kepada audiens. Sementara creator membutuhkan brand untuk mendapatkan peluang kerja sama dan menghasilkan pendapatan.
Dari sini muncul berbagai macam bentuk kerja sama, mulai dari review produk, sponsored content, affiliate, sampai campaign yang dibuat khusus oleh brand.
Bahkan, creator dengan followers yang tidak terlalu besar pun bisa memiliki nilai jika audiensnya sesuai dengan target bisnis.
Jadi, bukan cuma soal jumlah followers.
Relevansi audiens, engagement, kualitas konten, dan kemampuan creator dalam memengaruhi keputusan audiens juga penting.
Jadi, Kenapa TikTok Bisa Sangat Populer?
Kalau dirangkum, menurutku popularitas TikTok tidak hanya terjadi karena satu alasan.
Algoritma rekomendasinya membuat pengguna bisa menemukan konten yang sesuai dengan minat mereka meskipun berasal dari akun yang belum diikuti.
Di sisi lain, TikTok juga terus berkembang dari sekadar platform hiburan menjadi tempat mencari informasi, membangun personal brand, memasarkan bisnis, berjualan, sampai mendapatkan penghasilan.
Program seperti TikTok Affiliate, TikTok One, fitur commerce seperti TikTok Shop dan TikTok GO membuat ekosistemnya semakin menarik bagi creator maupun pemilik bisnis.
Itulah yang membuat TikTok terasa berbeda dibandingkan ketika pertama kali populer beberapa tahun lalu.
Dulu mungkin kita membuka TikTok hanya untuk melihat video pendek.
Sekarang, seseorang bisa membuka TikTok untuk hiburan, belajar, mencari rekomendasi, menemukan produk, berjualan, membangun bisnis, bahkan mencari penghasilan.
Menurutku, justru perubahan fungsi inilah yang membuat TikTok bisa terus berkembang dan tetap relevan sampai sekarang.


