Cara Membuat Website Tidak Terindex Google


Ada kalanya kita justru ga mau website muncul di Google.

Biasanya kita menganggap semua website harus bisa ditemukan lewat mesin pencari. Padahal, ada juga website yang memang sengaja dibuat terbatas, misalnya website internal kantor, halaman khusus member, website untuk kebutuhan testing, atau blog pribadi yang cuma ingin kita akses sendiri.

Aku sendiri pernah menemukan kebutuhan seperti ini. Kadang kita memang ingin punya website yang bisa diakses melalui link, tapi ga ingin orang lain menemukannya hanya dengan mengetikkan kata kunci tertentu di Google.

Kalau kamu menggunakan WordPress, sebenarnya ada pengaturan yang bisa membantu melakukan hal tersebut.

Cara Membuat Website WordPress Tidak Muncul di Google

WordPress menyediakan pengaturan Search engine visibility yang bisa digunakan untuk meminta mesin pencari agar tidak mengindeks konten website.

Caranya cukup mudah:

  1. Masuk ke Dashboard WordPress.
  2. Pilih Settings > Reading.
  3. Cari bagian Search engine visibility.
  4. Centang pilihan Discourage search engines from indexing this site.
  5. Klik Save Changes.

Setelah pengaturan tersebut diaktifkan, WordPress akan memberikan instruksi kepada mesin pencari agar tidak mengindeks website.

Tapi, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan.

Pengaturan ini bukan berarti website langsung menghilang dari Google dalam hitungan detik.

Mesin pencari membutuhkan waktu untuk kembali melakukan crawling dan memproses perubahan yang terjadi pada website. Jadi, kalau setelah mengaktifkannya kamu masih menemukan halaman website di Google, jangan langsung menganggap pengaturannya gagal.

Jangan Samakan Noindex dengan Website yang Benar-Benar Privat

Ini bagian yang menurutku cukup penting.

Kalau tujuanmu adalah membuat website yang benar-benar hanya bisa diakses oleh orang tertentu, sekadar meminta Google agar tidak mengindeks website sebenarnya belum cukup.

Kenapa?

Karena website tersebut pada dasarnya masih bisa diakses siapa saja yang memiliki URL-nya.

Jadi, misalnya kamu punya halaman website.com/halaman-rahasia dan halaman tersebut tidak muncul di Google, orang yang mengetahui URL-nya tetap bisa membukanya selama tidak ada sistem login atau pembatasan akses lainnya.

Karena itu, kebutuhanmu perlu dibedakan.

Kalau hanya ingin website tidak muncul di hasil pencarian, pengaturan visibility atau penggunaan noindex bisa menjadi salah satu solusinya.

Tapi kalau ingin website hanya bisa diakses orang tertentu, kamu membutuhkan sistem yang benar-benar membatasi akses, misalnya password, login member, atau pengaturan akses lainnya.

Bagaimana Kalau Hanya Satu Halaman yang Tidak Ingin Muncul?

Kalau ternyata kamu masih ingin website tetap muncul di Google, tapi hanya ada beberapa halaman yang ingin disembunyikan dari mesin pencari, jangan menggunakan pengaturan Search engine visibility untuk seluruh website.

Misalnya kamu punya website bisnis yang tetap ingin mendapatkan traffic dari Google, tetapi ada halaman tertentu yang hanya digunakan untuk kebutuhan internal.

Untuk kondisi seperti ini, kamu bisa menggunakan pengaturan noindex pada halaman tertentu melalui plugin SEO atau pengaturan teknis lainnya.

Jadi, jangan sampai karena ingin menyembunyikan satu halaman, seluruh website malah ikut tidak diindeks. Bisa berabe kalau ternyata website tersebut masih membutuhkan traffic organik.

Cek Lagi Setelah Mengubah Pengaturan

Setelah melakukan perubahan, kamu bisa mengecek kembali apakah halaman website masih muncul di Google.

Salah satu cara sederhananya adalah menggunakan pencarian:

site:namadomain.com

Google kemudian akan menampilkan halaman dari domain tersebut yang masih ada di indeksnya.

Tapi, hasil pencarian ini juga bukan sesuatu yang harus berubah secara instan. Jadi berikan waktu bagi Google untuk memproses perubahan.

Kalau sebelumnya website sudah lama terindex, proses menghilangkannya dari hasil pencarian juga bisa membutuhkan waktu.

Kalau Memang Ingin Website Benar-Benar Tertutup

Kalau kebutuhanmu adalah membuat website yang memang hanya boleh dilihat oleh orang tertentu, menurutku jangan berhenti di pengaturan Search engine visibility saja.

Bayangkan kamu membuat blog pribadi yang isinya catatan yang ga ingin dibaca orang lain. Kalau cuma menghilangkan website dari Google, orang lain yang mendapatkan link-nya tetap bisa masuk.

Untuk kondisi seperti itu, lebih aman menggunakan password protection, login, membership, atau pembatasan akses lainnya.

Jadi, mesin pencari bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan.

Kesimpulan

Ternyata membuat website WordPress agar tidak muncul di Google cukup mudah. Kamu bisa masuk ke Settings > Reading, kemudian mengaktifkan pengaturan Search engine visibility agar WordPress meminta mesin pencari untuk tidak mengindeks website.

Tapi, jangan lupa bahwa tidak terindex Google bukan berarti website menjadi privat.

Kalau website hanya ingin disembunyikan dari mesin pencari, pengaturan tersebut bisa membantu. Tapi kalau website memang hanya boleh diakses oleh orang tertentu, gunakan juga sistem pembatasan akses seperti login atau password.

Menurutku, memahami perbedaan ini penting supaya kita ga salah memilih pengaturan. Apalagi kalau suatu hari nanti kamu ingin membuat website untuk kebutuhan internal, testing, atau sekadar website pribadi yang memang ga ingin ditemukan lewat Google.