Beberapa waktu lalu, aku sempat melihat banyak kreator di Threads membahas soal kode boost TikTok. Awalnya aku kira itu semacam kode promo atau voucher yang diberikan TikTok. Soalnya aku sendiri bukan konten kreator yang sering bekerja sama dengan brand.
Tapi setelah cari tahu lebih lanjut, ternyata dugaanku salah.
Kode boost justru berkaitan dengan kerja sama antara kreator dan brand, terutama kalau konten yang dibuat nantinya akan dijadikan iklan. Buatku, ini cukup menarik karena sebelumnya aku juga belum terlalu memahami fungsinya.
Apa Itu Kode Boost TikTok?
Kalau dijelaskan secara sederhana, kode boost TikTok adalah kode izin yang diberikan kreator kepada brand agar mereka bisa menjalankan iklan menggunakan video yang diunggah di akun TikTok kreator.
Di TikTok, fitur ini sebenarnya dikenal dengan nama Spark Ads Authorization Code.
Jadi, brand tidak perlu mengunggah ulang video ke akun mereka. Cukup menggunakan kode tersebut, video milik kreator bisa dipromosikan sebagai iklan langsung dari akun kreatornya.
Kenapa Brand Meminta Kode Boost?
Misalnya sebuah brand mengajak kreator untuk membuat video review produk.
Setelah videonya dipublikasikan, ternyata responsnya bagus. Penonton banyak, interaksinya tinggi, bahkan mulai menghasilkan penjualan.
Daripada membuat materi iklan baru, biasanya brand memilih memanfaatkan video yang sudah terbukti memiliki performa baik. Nah, di sinilah kode boost dibutuhkan.
Dengan adanya kode ini, brand bisa menjalankan iklan menggunakan video tersebut sehingga jangkauannya menjadi lebih luas.
Menurutku, cara ini juga terasa lebih natural. Soalnya iklan tetap muncul dari akun kreator, bukan dari akun resmi brand, sehingga tampilannya lebih mirip konten biasa.
Kalau Brand Meminta Kode Boost, Apa yang Sebaiknya Dilakukan?
Menurutku, jangan langsung memberikan kodenya.
Sebaiknya pahami dulu detail kerja samanya supaya tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.
Beberapa hal yang biasanya perlu ditanyakan antara lain:
- Berapa lama kode boost akan digunakan?
- Video mana yang akan dipromosikan?
- Siapa target audiens yang ingin dijangkau?
- Apakah ada batas waktu campaign?
- Apakah penggunaan Spark Ads mendapatkan biaya tambahan?
Pertanyaan-pertanyaan ini penting karena setelah kode diberikan, brand akan mendapatkan izin untuk menggunakan konten kita sebagai materi iklan.
Tidak sedikit juga kreator yang menambahkan biaya khusus untuk penggunaan Spark Ads di dalam rate card mereka. Menurutku, hal itu cukup wajar karena kontennya bukan hanya dipublikasikan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai aset iklan.
Cara Membuat Kode Boost TikTok
Proses membuat kode boost sebenarnya tidak terlalu rumit.
Kreator hanya perlu membuka video yang ingin dipromosikan, kemudian masuk ke menu otorisasi iklan atau Spark Ads, lalu membuat authorization code yang nantinya diberikan kepada brand.
Saat membuat kode tersebut, biasanya kita juga bisa menentukan masa berlakunya. Misalnya hanya berlaku selama 7 hari, 30 hari, atau mengikuti durasi kerja sama yang sudah disepakati.
Jangan Asal Memberikan Kode
Menurutku, kode boost bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Justru fitur ini menjadi salah satu cara agar kerja sama antara kreator dan brand bisa berjalan lebih profesional.
Meski begitu, tetap pastikan semua kesepakatan sudah dibicarakan sejak awal. Mulai dari durasi penggunaan, tujuan iklan, hingga kompensasi yang diterima. Dengan begitu, kedua belah pihak sama-sama memahami hak dan kewajibannya.
Semoga artikel Apa Itu Kode Boost TikTok ini bisa membantu kamu yang masih penasaran dengan fungsi kode boost. Sampai jumpa di artikel berikutnya ya!
