Sekarang ini saat kita mau membuat website, sebenarnya pilihannya sudah ada banyak banget. Mau yang paling praktis, tinggal menggunakan WordPress, Blogspot, Wix, dan berbagai website builder lainnya. Bahkan orang yang ga punya background programming pun sekarang bisa membuat website sendiri.
Tapi ada satu masalah yang biasanya mulai terasa ketika kita ingin membuat desain yang lebih spesifik: kebebasan.
Template yang tersedia memang memudahkan, tapi terkadang kita ingin membuat sesuatu yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan sendiri. Mau mengubah posisi elemen tertentu, membuat layout yang berbeda, atau punya desain yang ga tersedia di template.
Kalau sudah sampai tahap ini, biasanya kita mulai berkenalan dengan HTML dan CSS.
Aku sendiri dulu sempat menjadi pengajar web di salah satu tempat kursus di Jakarta. Jadi, aku cukup sering bertemu dengan orang-orang yang baru mulai belajar membuat website. Salah satu hal yang biasanya terasa cukup membingungkan bagi pemula adalah ketika mereka harus membuat tampilan website dari awal menggunakan HTML dan CSS.
Bukan karena HTML dan CSS terlalu sulit, tapi memang ada banyak hal yang harus dipelajari.
Nah, salah satu cara yang bisa membuat proses tersebut menjadi lebih cepat adalah menggunakan CSS Framework.
Apa Itu CSS Framework?
Sederhananya, CSS Framework adalah kumpulan kode CSS yang sudah dibuat dan disusun sedemikian rupa sehingga bisa kita gunakan sebagai dasar untuk membuat tampilan website.
Jadi, kita ga harus selalu menulis semua kode CSS dari nol.
Misalnya kita ingin membuat layout dengan beberapa kolom, tombol, navigasi, form, atau elemen desain lainnya. Biasanya CSS Framework sudah menyediakan class dan struktur tertentu yang bisa kita gunakan.
Kalau dulu saat mengajar, aku sering menjelaskan CSS Framework kepada pemula dengan konsep yang cukup sederhana: kita ga perlu selalu membuat semuanya dari awal kalau sudah ada "bahan jadi" yang bisa digunakan.
Tapi bukan berarti tinggal copy-paste lalu selesai ya.
Kita tetap perlu memahami cara kerjanya. Minimal paham HTML, dasar CSS, sistem grid, class, dan bagaimana elemen-elemen tersebut saling berhubungan.
Kalau cuma copy-paste tanpa tahu apa yang sedang dilakukan, biasanya akan langsung bingung ketika ingin mengubah desainnya sedikit saja. 😅
Kenapa Menggunakan CSS Framework?
Ada beberapa alasan kenapa CSS Framework cukup banyak digunakan untuk membantu proses pembuatan website.
1. Membuat Website Lebih Cepat
Ini mungkin keuntungan yang paling terasa.
Kalau membuat website dari awal, kita harus menulis sendiri kode untuk berbagai macam elemen. Mulai dari layout, tombol, form, navigasi, sampai responsive design.
Dengan CSS Framework, banyak struktur dasarnya sudah tersedia.
Kita tinggal menggunakan class yang sudah disediakan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan website.
Menurutku, ini sangat membantu terutama ketika sedang mengerjakan website yang membutuhkan waktu pengerjaan cukup cepat.
Daripada menghabiskan waktu untuk membuat komponen dasar yang sebenarnya sudah sering digunakan, waktunya bisa dialihkan untuk mengerjakan bagian website yang memang membutuhkan perhatian lebih.
2. Membantu Mengatur Layout dengan Sistem Grid
Kalau baru belajar CSS, salah satu bagian yang kadang bikin pusing adalah mengatur posisi elemen.
Kenapa kolomnya ga sejajar?
Kenapa jaraknya berbeda?
Kenapa ketika ukuran layar berubah semuanya jadi berantakan?
Sistem grid pada CSS Framework bisa membantu mengatasi hal tersebut.
Grid memberikan struktur untuk mengatur posisi elemen dalam halaman sehingga layout bisa dibuat lebih teratur.
Misalnya kita ingin membuat halaman dengan dua atau tiga kolom. Kita bisa menggunakan sistem grid yang tersedia daripada harus menghitung dan mengatur semuanya secara manual.
Buat yang masih belajar, menurutku bagian ini cukup membantu untuk memahami bagaimana sebuah layout website sebenarnya disusun.
3. Banyak Komponen yang Sudah Siap Digunakan
Selain sistem grid, CSS Framework biasanya menyediakan berbagai komponen yang bisa langsung digunakan.
Misalnya:
- tombol
- form
- navigasi
- card
- tabel
- alert
- dropdown
- modal
- dan berbagai komponen lainnya
Jadi kita ga harus membuat semuanya dari nol.
Biasanya cukup menggunakan class tertentu, kemudian tampilannya akan mengikuti style yang sudah ditentukan oleh framework.
Tentu saja kita masih bisa melakukan modifikasi. Kalau warna, ukuran atau bentuknya ga sesuai dengan desain yang kita inginkan, kita bisa menambahkan CSS sendiri.
Nah, menurutku di sinilah pemahaman CSS tetap penting.
Framework bukan berarti menggantikan CSS. Justru kita akan lebih mudah menggunakannya kalau sudah memahami dasar-dasar CSS.
4. Lebih Mudah Membuat Website Responsive
Sekarang website harus bisa digunakan di berbagai ukuran layar. Orang bisa mengakses website melalui laptop, tablet, smartphone dan perangkat lainnya.
Kalau semuanya dibuat secara manual, kita perlu memikirkan bagaimana tampilan tersebut berubah pada ukuran layar yang berbeda.
CSS Framework biasanya sudah memiliki sistem responsive yang membantu mengatur perubahan layout tersebut.
Misalnya, layout yang awalnya terdiri dari tiga kolom di desktop bisa dibuat menjadi satu kolom ketika dibuka melalui smartphone.
Bukan berarti framework akan otomatis membuat semua website menjadi sempurna di semua perangkat ya.
Tetap perlu dicek dan disesuaikan. Tapi setidaknya kita ga perlu membuat seluruh sistem responsive tersebut dari nol.
Dan menurutku, ini salah satu bagian yang paling menghemat waktu.
5. Lebih Ramah untuk Pemula
Kalau kamu baru mulai belajar membuat website, CSS Framework bisa terasa cukup membantu karena biasanya sudah memiliki dokumentasi dan contoh penggunaan yang bisa dipelajari.
Tapi aku justru menyarankan jangan langsung belajar framework sebelum memahami dasar HTML dan CSS.
Ini pengalaman yang sering aku lihat ketika mengajar.
Ada yang ingin langsung menggunakan framework karena terlihat lebih cepat, tapi ketika diminta mengubah sedikit saja dari komponen yang sudah tersedia, malah bingung karena belum memahami CSS-nya.
Jadi, menurutku urutannya lebih enak kalau memahami basic HTML dan CSS terlebih dahulu. Setelah itu baru belajar framework.
Dengan begitu, ketika menggunakan framework, kita ga cuma tahu "class ini buat apa", tapi juga memahami kenapa class tersebut bisa menghasilkan tampilan seperti itu.
Apakah CSS Framework Wajib Digunakan?
Menurutku, ga juga.
CSS Framework adalah alat bantu, bukan sesuatu yang wajib digunakan setiap kali membuat website.
Kalau website yang dibuat sangat sederhana dan kita sudah terbiasa dengan CSS, mungkin membuatnya secara manual justru lebih cepat.
Begitu juga kalau desain website memiliki kebutuhan yang sangat spesifik. Terkadang kita perlu menulis CSS sendiri agar hasilnya benar-benar sesuai dengan desain yang diinginkan.
Tapi kalau sedang membuat website dengan banyak komponen umum, membutuhkan responsive design dan ingin mempercepat proses pengerjaan, CSS Framework bisa sangat membantu.
Apalagi kalau dikerjakan bersama tim. Framework juga bisa membantu membuat struktur styling menjadi lebih konsisten sehingga setiap orang ga membuat semuanya dengan cara yang berbeda-beda.
Jadi, Framework CSS Cocok untuk Siapa?
Kalau kamu baru belajar membuat website, menurutku CSS Framework cukup layak untuk dipelajari setelah memahami HTML dan CSS dasar.
Framework bisa membantu mempercepat proses belajar sekaligus membuat kita memahami bagaimana sebuah layout website disusun.
Aku sendiri dulu cukup sering menggunakan konsep seperti ini saat mengajar web. Dan menurutku, belajar framework memang akan terasa jauh lebih mudah kalau basic-nya sudah kuat.
Jadi jangan buru-buru menghafalkan semua class yang ada.
Pahami dulu cara kerja HTML, CSS, layout, grid dan responsive design. Setelah itu, framework akan terasa seperti alat bantu yang membuat pekerjaan kita jauh lebih cepat.
Karena pada akhirnya, tujuan menggunakan CSS Framework bukan supaya kita ga perlu belajar CSS, tapi supaya kita bisa menggunakan kemampuan CSS yang sudah dipelajari dengan cara yang lebih efisien.
