Kalau kamu pernah bikin website sendiri, pasti tahu kalau membuat website yang terlihat profesional itu ga sesederhana memilih template yang bagus lalu selesai.
Aku sendiri beberapa kali bikin website untuk kerjaan freelance, termasuk pernah membuat landing page untuk kantor utamaku menggunakan WordPress. Dari situ aku makin sadar kalau website yang terlihat profesional ternyata bukan cuma soal desain yang "wah". Ada banyak detail kecil yang ikut menentukan apakah sebuah website terlihat meyakinkan atau justru terasa seperti website yang dibuat asal jadi.
Apalagi kalau kita bukan web designer. Kadang menurut kita desainnya sudah bagus, tapi setelah dilihat lagi dari sudut pandang pengunjung, ternyata masih ada beberapa bagian yang terasa kurang pas.
Nah, kalau kamu sedang membuat website WordPress dan ingin tampilannya terlihat lebih profesional, beberapa hal ini menurutku cukup penting untuk diperhatikan.
1. Pilih Template yang Sesuai, Bukan Cuma yang Kelihatan Bagus
WordPress punya banyak sekali pilihan template atau theme. Ada yang gratis, ada juga yang premium dengan fitur dan support yang lebih lengkap.
Kalau aku sedang memilih template, aku ga akan cuma melihat screenshot desainnya. Soalnya, template yang kelihatan bagus di halaman demo belum tentu cocok dengan kebutuhan website yang sedang dibuat.
Aku biasanya akan melihat beberapa hal seperti apakah desainnya cocok dengan jenis website, apakah responsive, apakah loading-nya cukup ringan, bagaimana struktur halamannya, dan apakah theme tersebut masih rutin mendapatkan update.
Kalau memang membutuhkan fitur lebih lengkap, menggunakan theme premium juga bisa menjadi pilihan. Salah satu keuntungan yang paling terasa adalah biasanya tersedia support dari developer. Jadi kalau suatu saat ada masalah atau kita bingung menggunakan fitur tertentu, ada tempat untuk bertanya.
Beberapa marketplace atau penyedia theme WordPress yang cukup populer antara lain ThemeForest, Elegant Themes, dan TemplateMonster.
Tapi sekali lagi, jangan memilih theme hanya karena demo-nya terlihat cantik. Website yang bagus itu bukan cuma yang enak dilihat, tapi juga enak digunakan.
2. Gunakan Warna yang Konsisten
Menurutku, warna adalah salah satu hal yang paling cepat membuat sebuah website terlihat profesional atau malah sebaliknya.
Kita pasti pernah melihat sebuah brand lalu langsung teringat dengan warna tertentu. Misalnya Facebook dengan biru, YouTube dengan merah, atau Starbucks dengan hijau.
Bukan berarti website kita harus punya warna yang super unik. Yang lebih penting adalah bagaimana warna tersebut digunakan secara konsisten.
Misalnya, kamu memilih warna biru sebagai warna utama brand. Warna tersebut bisa digunakan pada tombol, link, heading tertentu, ilustrasi, atau elemen penting lainnya.
Jangan sampai setiap bagian website menggunakan warna yang berbeda hanya karena semua warna tersebut terlihat bagus kalau berdiri sendiri.
Aku sendiri kalau sedang mengerjakan website biasanya lebih suka menentukan beberapa warna utama sejak awal. Dengan begitu, ketika masuk ke halaman lain atau membuat landing page, kita ga perlu mulai menentukan warna dari nol lagi.
Hasilnya juga biasanya terasa lebih rapi.
3. Jangan Asal Membuat Logo
Logo juga punya peran besar dalam membuat website terlihat profesional.
Selain menjadi identitas, logo membantu orang mengenali bisnis atau website kita. Karena itu, menurutku logo sebaiknya ga dibuat hanya karena "yang penting ada gambar di bagian header".
Kalau punya budget, menggunakan jasa desainer untuk membuat logo tentu bisa menjadi pertimbangan. Apalagi kalau website tersebut memang digunakan untuk bisnis dalam jangka panjang.
Tapi kalau belum punya budget, bukan berarti harus punya logo yang rumit.
Logo sederhana juga bisa terlihat profesional selama mudah dikenali, mudah dibaca dan tetap terlihat jelas ketika digunakan dalam ukuran kecil.
Justru aku lebih suka logo yang sederhana daripada logo yang terlalu banyak elemen tapi akhirnya sulit dikenali.
Dan jangan lupa, logo juga harus tetap terlihat bagus ketika digunakan di tempat lain, misalnya media sosial, favicon, dokumen, atau materi promosi.
4. Samakan Identitas Website dengan Media Sosial
Ini salah satu bagian yang menurutku sering dilupakan.
Bayangkan seseorang menemukan Instagram sebuah bisnis. Warna dan desainnya terlihat konsisten, lalu dia membuka websitenya. Tapi ternyata website tersebut punya warna, font dan gaya visual yang benar-benar berbeda.
Sebenarnya ga ada aturan bahwa semuanya harus persis sama. Tapi kalau ingin membangun brand yang lebih mudah dikenali, menurutku akan lebih bagus kalau website dan media sosial memiliki identitas visual yang masih terasa nyambung.
Misalnya dengan menggunakan:
- logo yang sama
- warna utama yang sama
- font yang serupa
- gaya foto atau ilustrasi yang konsisten
- elemen desain yang memiliki karakter yang sama
Aku sendiri cukup memperhatikan hal seperti ini ketika membuat landing page. Apalagi kalau landing page tersebut digunakan untuk mendukung campaign atau iklan. Ketika orang datang dari media sosial atau iklan ke landing page, mereka seharusnya tetap merasa sedang berada di brand yang sama.
Jangan sampai iklannya terlihat modern, tapi begitu masuk ke landing page malah terasa seperti website tahun 2010. ðŸ˜
5. Gunakan Favicon
Favicon adalah ikon kecil yang muncul di tab browser. Ukurannya memang kecil banget, tapi menurutku justru termasuk salah satu detail yang membuat website terasa lebih "selesai".
Coba bayangkan kamu sedang membuka belasan tab sekaligus. Kalau semua website memiliki favicon, kita bisa lebih mudah mengenali tab mana yang ingin dibuka hanya dari ikon kecil tersebut.
Untuk website bisnis, favicon biasanya bisa menggunakan versi sederhana dari logo.
Memang pengunjung mungkin ga akan membuka website lalu berkata, "Wah, favicon-nya bagus."
Tapi justru banyak hal dalam desain website bekerja seperti itu. Pengunjung mungkin ga sadar secara langsung, tapi detail-detail kecil yang konsisten bisa membuat keseluruhan website terasa lebih profesional.
6. Perhatikan Tampilan di HP
Nah, ini menurutku wajib diperhatikan sekarang.
Ketika aku membuat landing page, aku ga bisa cuma melihat tampilannya dari laptop lalu menganggap semuanya sudah selesai. Tampilan di HP harus dicek juga.
Ukuran layar berbeda, sehingga bagian yang terlihat bagus di desktop belum tentu terlihat bagus di smartphone.
Misalnya, tombol terlalu kecil, teks terlalu panjang, gambar kepotong, jarak antarbagian terlalu sempit, atau malah ada elemen yang keluar dari layar.
Hal-hal seperti ini bisa membuat pengunjung langsung pergi meskipun desain websitenya sebenarnya bagus.
Jadi setelah website selesai dibuat, coba buka dari beberapa ukuran layar dan benar-benar gunakan seperti pengunjung biasa. Scroll dari atas sampai bawah, klik tombol, buka menu dan isi form kalau memang ada.
Kadang masalah baru kelihatan setelah kita benar-benar menggunakannya.
7. Jangan Terlalu Banyak Memasukkan Elemen
Ini juga salah satu pelajaran yang menurutku cukup penting ketika membuat website.
Kadang karena ingin websitenya terlihat profesional, kita malah memasukkan terlalu banyak hal. Ada animasi, banner, slider, popup, tombol, gambar, video, berbagai macam warna, dan semuanya ingin ditampilkan di halaman utama.
Padahal, profesional bukan berarti harus ramai.
Kalau aku membuat landing page, aku lebih suka memikirkan dulu apa yang sebenarnya harus dilakukan pengunjung setelah membuka halaman tersebut.
Apakah ingin menghubungi kita? Mengisi form? Membeli produk? Membaca informasi? Atau sekadar mengenal bisnis?
Setelah tujuannya jelas, elemen yang ga membantu tujuan tersebut bisa dipertimbangkan lagi.
Menurutku, website yang sederhana tapi pengunjungnya tahu harus melakukan apa akan jauh lebih berguna daripada website yang sangat cantik tetapi membuat orang bingung.
Website Profesional Ga Harus Mahal
Setelah beberapa kali membuat website untuk pekerjaan freelance dan landing page menggunakan WordPress, aku justru merasa bahwa membuat website terlihat profesional ga selalu berarti harus mengeluarkan budget besar.
Memang, theme premium, jasa desain, foto profesional, dan berbagai tools tambahan bisa membantu. Tapi fondasinya tetap ada pada hal-hal yang sebenarnya cukup sederhana.
Gunakan desain yang konsisten, pilih warna dengan baik, buat logo yang jelas, perhatikan tampilan mobile, jangan memenuhi halaman dengan elemen yang ga perlu, dan yang paling penting, pikirkan pengalaman orang yang akan menggunakan website tersebut.
Karena menurutku, website profesional bukan cuma website yang kelihatan bagus.
Website yang profesional adalah website yang membuat orang merasa "oh, ini bisnis beneran dan mereka tahu apa yang mereka lakukan."
Dan kesan itu justru sering terbentuk dari detail-detail kecil yang kadang kita anggap sepele.
