Punya bisnis tapi strategi digital marketing-nya masih sebatas "yang penting posting" atau "yang penting pasang iklan"? Kalau iya, mungkin sudah saatnya berhenti sebentar dan melihat lagi apa yang sebenarnya sedang dilakukan.
Digital marketing memang kelihatannya sederhana. Tinggal bikin konten, posting di media sosial, pasang iklan, lalu tunggu ada yang beli. Tapi kalau sudah dijalankan, ternyata ga sesederhana itu.
Ada banyak hal yang perlu dipikirkan. Mulai dari siapa yang mau kita target, platform apa yang digunakan, berapa budget yang perlu disiapkan, konten seperti apa yang dibuat, sampai bagaimana kita tahu apakah semua aktivitas tersebut benar-benar memberikan hasil.
Nah, di sinilah strategi digital marketing mulai terasa penting.
Dengan strategi yang jelas, kita ga cuma menjalankan berbagai aktivitas marketing secara acak. Kita jadi punya alasan kenapa melakukan sesuatu, apa yang ingin dicapai, dan bagaimana cara mengetahui apakah hasilnya sudah sesuai atau belum.
Lalu, apa saja keuntungan memiliki strategi digital marketing untuk bisnis?
1. Membantu Menggunakan Waktu dan Budget dengan Lebih Efisien
Salah satu keuntungan yang paling terasa dari memiliki strategi adalah kita jadi tahu mana yang perlu dilakukan dan mana yang sebenarnya ga perlu.
Coba bayangkan kalau sebuah bisnis menjalankan iklan di beberapa platform sekaligus, rutin membuat konten, mengirim email marketing, dan melakukan berbagai aktivitas lainnya tanpa pernah mengecek hasilnya.
Kelihatannya sibuk, tapi belum tentu efektif.
Daripada terus menambah aktivitas baru, kita bisa mulai dengan melihat apa yang sudah dilakukan sebelumnya. Mana campaign yang menghasilkan konversi? Konten mana yang mendapatkan respons bagus? Channel mana yang justru menghabiskan budget tetapi hasilnya minim?
Dari situ, kita bisa menentukan langkah berikutnya.
Efisiensi bukan berarti selalu memilih cara yang paling murah. Efisiensi lebih kepada bagaimana waktu, tenaga dan budget yang kita punya digunakan untuk aktivitas yang memang mendukung tujuan bisnis.
Misalnya, kalau tujuan bisnis saat ini adalah mendapatkan leads, mungkin kita ga perlu terlalu fokus mengejar jumlah followers. Kita bisa mengalokasikan lebih banyak waktu dan budget ke aktivitas yang memang berpotensi menghasilkan leads.
2. Mendapatkan Insight dari Data
Digital marketing punya satu keuntungan yang cukup besar dibandingkan banyak metode pemasaran tradisional, yaitu kita bisa mendapatkan data.
Berapa banyak orang yang melihat iklan? Berapa yang melakukan klik? Dari mana mereka datang? Halaman apa yang paling sering dikunjungi? Konten mana yang paling banyak mendapatkan interaksi?
Data seperti ini bisa memberikan banyak insight kalau kita mau meluangkan waktu untuk melihatnya.
Masalahnya, semakin banyak platform yang digunakan, semakin banyak juga data yang terkumpul. Google Ads punya datanya sendiri, media sosial punya insight sendiri, website juga punya data dari analytics.
Kalau semuanya cuma dilihat sebagai angka, tentu akan terasa membingungkan.
Karena itu, strategi digital marketing juga perlu menentukan data apa yang memang penting untuk diperhatikan.
Misalnya, jangan hanya melihat jumlah klik pada iklan. Coba lihat juga apakah klik tersebut menghasilkan leads atau pembelian. Jangan hanya melihat jumlah views pada konten, tapi lihat juga apakah konten tersebut membawa orang untuk mengunjungi website atau melakukan tindakan lainnya.
Dengan begitu, data yang kita punya bisa berubah menjadi insight yang berguna untuk mengambil keputusan.
3. Membuat Aktivitas Marketing Lebih Terarah
Punya banyak ide marketing sebenarnya bagus. Tapi kalau semuanya dilakukan sekaligus, kita malah bisa kehilangan arah.
Hari ini ingin fokus Instagram, besok pindah ke TikTok, minggu depannya mulai Google Ads, lalu tiba-tiba ingin membuat email marketing. Belum selesai satu strategi dianalisis, sudah pindah ke strategi lainnya.
Pernah mengalami seperti ini?
Strategi digital marketing bisa membantu kita menentukan prioritas.
Misalnya, dalam tiga bulan ke depan bisnis ingin fokus meningkatkan jumlah leads. Dari tujuan tersebut, kita bisa menentukan channel yang paling mungkin membantu, jenis konten yang perlu dibuat, campaign yang perlu dijalankan, sampai metrik apa yang harus dipantau.
Dengan begitu, aktivitas marketing yang dilakukan punya hubungan dengan tujuan bisnis.
Bukan sekadar "bulan ini harus posting 20 kali" atau "harus pasang iklan", tapi kita tahu kenapa aktivitas tersebut dilakukan.
4. Jadi Lebih Kenal dengan Audiens
Menurutku, ini salah satu bagian yang paling menarik dari digital marketing.
Kita bisa mendapatkan gambaran yang cukup jelas tentang siapa orang-orang yang berinteraksi dengan bisnis.
Mulai dari demografi, lokasi, kebiasaan saat menggunakan internet, konten yang mereka sukai, produk yang mereka lihat, sampai bagaimana mereka akhirnya melakukan pembelian.
Tapi tentu saja, data saja ga cukup. Kita juga perlu menggabungkannya dengan feedback langsung dari customer.
Coba perhatikan beberapa hal berikut:
- Pertanyaan apa yang paling sering ditanyakan customer?
- Keluhan apa yang sering muncul?
- Produk atau layanan apa yang paling banyak dicari?
- Dari mana customer pertama kali mengetahui bisnis?
- Kenapa mereka akhirnya memilih membeli?
- Apa yang membuat mereka batal membeli?
Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa membantu kita memahami audiens dengan lebih baik.
Karena perilaku audiens juga bisa berubah, jangan menganggap target audience yang kita tentukan satu tahun lalu akan selalu sama sampai sekarang.
Strategi yang bagus juga perlu dievaluasi dan disesuaikan ketika kondisi bisnis dan perilaku audiens berubah.
5. Membantu Meningkatkan ROI
Pada akhirnya, bisnis tetap perlu menghasilkan keuntungan.
Karena itu, Return on Investment atau ROI menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam digital marketing.
Jangan sampai kita merasa campaign berhasil hanya karena mendapatkan banyak views, impressions atau likes, padahal budget yang dikeluarkan jauh lebih besar daripada hasil yang didapatkan.
Dengan strategi yang jelas dan tracking yang baik, kita bisa mulai melihat aktivitas mana yang memberikan return paling bagus.
Misalnya, dari beberapa campaign yang dijalankan ternyata Campaign A menghasilkan leads lebih banyak dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan Campaign B. Dari sini, kita punya alasan yang lebih kuat untuk mengevaluasi kembali pembagian budget.
Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan ROI antara lain:
- Tentukan tujuan campaign sejak awal
- Tentukan KPI yang sesuai dengan tujuan
- Pantau hasil campaign secara rutin
- Evaluasi channel yang digunakan
- Perbaiki konten dan iklan yang performanya kurang baik
- Optimalkan landing page
- Uji beberapa variasi campaign
- Gunakan otomatisasi jika memang membantu
- Hentikan aktivitas yang konsisten memberikan hasil buruk
Jadi, jangan hanya bertanya "berapa banyak orang yang melihat iklan?"
Coba lanjutkan dengan pertanyaan, "terus, dari semua orang yang melihat ini, berapa yang akhirnya memberikan hasil untuk bisnis?"
Kesimpulan
Memiliki strategi digital marketing bukan berarti semua aktivitas marketing harus direncanakan sampai sangat detail dan ga boleh berubah.
Justru sebaliknya, strategi bisa menjadi panduan supaya kita tahu mau ke mana, apa yang sedang dilakukan, dan bagian mana yang perlu diperbaiki.
Mulai dari menggunakan waktu dan budget dengan lebih efisien, mendapatkan insight dari data, membuat aktivitas marketing lebih terarah, mengenal audiens lebih jauh, sampai membantu meningkatkan ROI, semuanya bisa menjadi alasan kenapa strategi digital marketing penting untuk bisnis.
Yang paling penting, jangan takut untuk melakukan evaluasi.
Kalau sebuah strategi ternyata ga memberikan hasil yang diharapkan, bukan berarti digital marketing-nya ga bekerja. Bisa saja targetnya kurang tepat, pesannya kurang sesuai, channel-nya salah, landing page-nya belum optimal, atau memang strateginya perlu diubah.
Jadi, jangan cuma sibuk menjalankan digital marketing. Sesekali berhenti dan lihat lagi hasilnya. Dari sana, kita bisa menentukan apa yang sebaiknya dilakukan berikutnya.
Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membantu kamu yang sedang menyusun atau memperbaiki strategi digital marketing untuk bisnis. Sampai jumpa di artikel selanjutnya :)
